Suatu hari, ada seorang yang miskin sedang mengendarai kuda tengah bepergian di luar. Saat hari telah siang, dia merasa lapar dan dahaga. Dia lalu mengikatkan kuda ke sebuah pohon besar, kemudian ducluk menikmati makan siang. Pada waktu itu datanglah seorang kaya yang juga mengikatkan kudanya di pohon yang sama. Melihat hal itu, si miskin berkata, "Mohon Anda jangan mengikatkan kuda Anda di sana, kuda saya belum pernah dilatih, nanti kuda saya bisa menendang kuda Anda sampai mati!" Tetapi orang kaya itu dengan sombong malah berkata, "Di mana pun saya suka mengikatkan kuda saya, itu urusan saya. Kamu tidak perlu mencampurinya!" Setelah mengikat kudanya dengan baik, si kaya duduk dan makan siang. Tak lama, tiba-tiba terdengar suara kuda-kuda meringkik, menggigit, dan menendang. Kedua orang tadi segera berlari menuju ke tempat kuda-kuda diikatkan, namun sudah terlambat. Kuda si kaya telah mati ditendang kuda si miskin. Orang kaya dengan sangat marah berkata, "Lihatlah apa yang telah dilakukan kudamu! Ganti kuda saya!" Dia pun menyeret si miskin untuk dibawa ke pengadilan. Setelah mendengar tuntutan dari si kaya, hakim bertanya kepada si miskin, "Benarkah bahwa kudamu telah menendang mati kudanya?" Hakim terus bertanya, tetapi si miskin tetap diam tidak mau menjawab. Ketika ditanya lagi, dia tetap tidak mau menjawab. Hakim hanya dapat menghela napas kemudian berkata, "Cara apa lagi yang bisa digunakan? Ternyata dia ini seorang bisu, tidak bisa berbicara." Si kaya berkata, "Ah! Dia ini tidak bisu! Dia sama seperti kita, bisa berbicara!" Hakim dengan terkejut bertanya, "Benarkah begitu? Apa yang dia katakan?" Si kaya menjawab, "Tentu saja benar! Dia telah berkata, mohon Anda jangan mengikatkan kuda Anda di sana. Kuda saya belum pernah dilatih, nanti kuda saya bisa menendang kuda Anda sampai mati!" Mendengar penjelasan itu, hakim kemudian berkata, "Oh, kalau demikian kamulah yang salah. Dia telah terlebih dahulu memperingatkan kamu, oleh sebab itu, kamu tidak bisa meminta ganti rugi untuk kudamu yang mati itu." Kemudian hakim bertanya kepada si miskin, "Mengapa kamu tidak mengatakan alasan apa pun untuk menyangkal tuduhannya?" Si miskin menjawab, "Karena saya tahu bahwa Anda pasti lebih percaya kepada perkataan orang yang kaya dan mempunyai kekuasaan. Anda tidak mungkin mempercayai perkataan orang miskin sedikit pun. Tetapi saya ingin agar dia sendiri yang memberitahukan kepada Anda kejadian yang sesungguhnya. Anda lihat, bukankah sekarang sudah jelas siapa yang benar dan siapa yang salah?" |
Kamis, 10 November 2011
Pengadilan antara si Miskin dan si Kaya
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar